Monday, May 4

maaaaaaaaaaaaaaaaf

maafin dong
saya selingkuh :(
silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Sunday, April 19

hmm, tes kepribadian lagi x)

barusan saya blogwalking ke tempat bhella dan nemu link tes kepribadian yang ini yang akhirnya iseng-iseng saya coba dan hasilnya seperti tertulis di bawah ini. hmm bener enggaknya ga tau deh x)


Your view on yourself:

Other people find you very interesting, but you are really hiding your true self. Your friends love you because you are a good listener. They'll probably still love you if you learn to be yourself with them.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:

You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

Your views on education

Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own.

The right job for you:

You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.

Who is your true self:

You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.

silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

so nice so smart - kimya dawson

i was quiet as a mouse
when i snuck into your house
and took roofies with your spouse
in a nit and out a louse
and lice are lousy all the time
they suck your blood drink your wine
say shut up and quit your crying
give it time and you'll be fine

you're so nice and you're so smart
you're such a good friend i have to break your heart
i tell you that i love you then i'll tear your world apart
just pretend i didn't tear your world apart

i like boys with strong convictions
and convicts with perfect diction
underdogs with good intentions
amputees with stamp collections
plywood skinboards ride the ocean
salty noses suntan lotion
always seriously joking
and rambunctiously soft-spoken
i like boys that like their mothers
and i have a thing for brothers
but they always wait til we're under the covers
to say i'm sure glad we're not lovers

you're so nice and you're so smart
you're such a good friend i have to break our heart
i tell you that i love you then i'll tear your world apart
just pretend i didn't tear your world apart

i like my new bunnysuit
i like my new bunnysuit
i like my new bunnysuit
when i wear it i feel cute


silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Friday, April 17

ke dokter hewan

jadi beberapa hari yang lalu saya dan ayah saya ke dokter hewan, meriksain kucing saya yang mogok makan dan bersin-bersin mulu. lalu seperti biasa, sambil meriksa kucing, dokternya ngobrol sama saya dan ayah saya.

dokter hewan: hari ini yang periksa kucing semua
dokter hewan: emang suka gitu, kadang-kadang dalam sehari kucing terus, besoknya seharian anjing terus, terus hari berikurnya binatang yang aneh-aneh tuh

saya: binatang yang aneh-aneh kayak ayam, ular gitu ya dok?

dokter hewan: iya. seharian ayam, burung, ular, hamster. hahaha

lalu saya dan ayah saya ikut ketiwi ketiwi

dokter hewan: eh tapi sekarang dokter hewan banyak yang ga nerima ayam sama burung lho!

ayah saya: resiko flu burung ya?

dokter hewan: hmm hmm
dokter hewan: dokter sekarang jahat-jahat, kemaren pasien saya *bukan hewannya, tapi majikannya* sampe curhat ke saya
dokter hewan: katanya pas dia mau meriksain ayamnya ke dokter X, dokternya nolak dan malah bilang, "Walah, ayam sih ga usah diperiksain. Langsung digoreng aja."

-_-"
jahat beneran! MWAHAHAHAHA

silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Thursday, April 9

lagi merenung lagi

Sebenernya ada hal yang bikin saya merenung. Hal yang udah lama pengen saya tulis di sini tapi belum sempet-sempet. Marilah saya tulis saja sekarang mumpung ada waktu.

Jadi beberapa minggu lalu saya sekeluarga bertemu dengan orang yang bikin saya pengen nulis tulisan ini. Hmm kita mulai saja ceritanya dengan semacam nostalgia masa muda...

Jadi dulu waktu SD saya punya temen, sebut saja Bunga—maap bunga, namamu selalu dipake buat beginian. Saya jadi ga enak, maka kita gantilah namanya menjadi Carloz.

...

Ah tapi jangan, karena temen saya ini wanita, dan Carlos tidak terdengar seperti nama anak yang pantas memakai pita dan rok kembang-kembang. Hmm, maka kita panggil sajalah dia Lourdes....

Lourdes adalah kakak kelas saya satu tingkat. Kami berkenalan karena ayah saya dan ayah Lourdes berteman. Kami cukup dekat walaupun tidak akrab.

Waktu itu, ayah Lourdes, yang merupakan lulusan Teknik Elektro dari salah satu perguruan tinggi negeri, baru mengalami PHK. Mencari pekerjaan baru tidaklah mudah karena usianya yang tidak lagi muda. Apalagi beliau punya penyakit diabetes, makin kecillah kemungkiannya untuk diterima bekerja. Apalagi saat itu adalah masa-masa Indonesia mengalami krisis ekonomi. Padahal, beliau harus menghidupi istri dan kelima anaknya yang masih kecil-kecil. Fyi, Lourdes adalah anak pertamanya.

Belum lagi, tak lama diketahui bahwa anaknya yang keempat menderita autis.

Bertahun-tahun ini, saya dengar bahwa beliau bekerja serabutan. Dari jualan pulsa sampai jadi penjaga truk di malam hari. Semua yang bisa dilakukan, beliau jalani. Tapi tidak jarang juga beberapa bulan beliau tidak bekerja hingga mau tidak mau ia hanya bisa menafkahi keluarganya dengan belas kasihan kawan dan saudaranya.

Seolah semua cobaan belum cukup, beberapa tahun belakangan, saya mendengar kabar bahwa istrinya terkena kanker :’(

Sambil berusaha mengobati istrinya, ayah Lourdes terus berusaha menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya. Akhirnya diputuskan bahwa Lourdes sebaiknya mengambil D1 agar dapat lekas bekerja membantu keluarganya.

Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat kabar bahwa akhirnya ibu Lourdes meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun.

Kehidupan keluarga mereka semakin sulit. Ayah Lourdes yang sebelumnya bisa kerja serabutan di luar kota kini tidak bisa menerima pekerjaan semacam itu lagi karena ia tidak bisa meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil, terlebih ada satu anak yang membutuhkan perhatian ekstra karena autis. Ckck.

Sampai sekarang keluarga mereka belum memiliki penyelesaian untuk masalahnya. Update terbaru, Lourdes mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan jadi D3. Walaupun ia jadi tidak bisa segera bekerja, tapi Alhamdulillah, semoga nantinya pendidikan yang lebih tinggi bisa membawa mereka ke penghidupan yang lebih baik. Amin.

Nah, beberapa minggu yang lalu itu, saat saya terakhir kali bertemu ayah Lourdes, beliau sedang kebingungan karena kontrak rumahnya habis. Dan beliau lagi cari-cari kontrakan baru. Hmm hmm. Tapi alhamdulillah, pada akhirnya beliau didaftarkan ke Dompet Dhuafa. Semoga bisa kebantu, amin!


Nah, kata ayah saya, saya harus lebih bersyukur. Masih ada orang-orang kayak mereka yang begitu susahnya buat hidup. Lah saya udah dikasih segala macem, digampangin semuanya, masa iya ga bersyukur? Ayah saya juga bilang, keluarga Lourdes itu udah dapet cobaan tersebut lebih dari sepuluh tahun. Sampe sekarang mereka ga punya apa-apa, tapi yang bikin salut dan yang paling penting, alhamdulillah, mereka masih punya IMAN.

Selama ini kan rasanya orang yang “ga punya” itu jauuuh banget dari kita. Pas tau cerita keluarga itu, saya jadi sadar, “mereka” ga sejauh itu. Di sekitar kita pasti banyak orang-orang yang SEBEGITU nggak beruntungnya, yang SEBEGITU susahnya, dan itu jomplang banget! Ibaratnya mereka ada di kanan saya, sementara di kiri saya ada orang yang buang-buang duit seolah duit mereka ga bakal abis tujuh turunan. Padahal kalo ga diabisin gitu, bisa aja duit mereka dipake sampe 10 turunan *halah*.

Yah kalo kita belom ngerasa peduli dengan orang-orang yang kurang beruntung itu, coba pikirin deh: mereka bukannya minta jadi orang seperti itu. Saya yakin mereka pengennya bisa hidup normal, cukup. Yah ga perlu mewah, mungkin, tapi seenggaknya dapur selalu ngepul dan anak-anak bisa sekolah. Mereka pengen hidup kayak kita.

Oh ya, dan pernah kepikir ga sih, kalo orang-orang yang dikasih Allah kapabilitas lebih itu sebenernya pasti menanggung beban? Gini deh, masa iya Allah menciptakan kelebihan itu hanya untuk dirinya sendiri? Hanya supaya mereka bisa memperkaya diri sendiri tanpa sama sekali peduli yang lain? Pasti Allah ngasih mereka kelebihan itu supaya bisa dipake buat ngebantu yang ga dikasih. Hahaha, sotoy ni. Tapi kadang kerasa masuk akal di kepala saya :P

Okelah, nampaknya cukup sekian.
Tulisan di atas lebih ditujukan buat renungan diri saya yang ga peka dan ga peduli, yang merasa tersindir dengan tulisannya sendiri.


silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

ayolah nyontreng!

“Kalo kita harus pergi kondangan dan baju kita tidak ada yang sempurna: satu sobek, satu pudar warnanya, dan satu lepas kancingnya, masa iya kita dateng kondangan ga pake baju? Pilihlah yang terbaik dari yang buruk.”


–Pak Asep Zaenal Ausop, dosen Agama-
silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Saturday, March 28

di toko baju

jadi kemarin lusa saya sekeluarga jalan-jalan ke pasar baru. lalu ibu saya melihat baju yang cemerlang di matanya. maka didatangilah kios baju tersebut.

mami : mbak, baju-bajunya berapaan ya?

embakembak: ooh, tergantung bahannya, bu.

mami : hmm, kalo yang itu bahannya apa?

embakembak : yang itu katun. di sini semua bahannya katun.

mami : ooh

saya : ...


oke.
silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Friday, February 20

solat di salman

Ini kan hari jumat, jadi tadi mesjid salman dipake jumatan sama cowok-cowok. Nah, berhubung saya lagi di sekre PSTK yang di aula timur, maka saya pengen solat dzuhur di salman soalnya deket. Sebenernya kalo bawa mukena ya tinggal solat aja di sekre, tapi bodohnya saya ga bawa.

 

Dan karena saya ada kuliah matek jam 1, dari jam setengah satu saya udah ngintip2in salman aja tuh, ngeliatin yang jumatan udah selesai apa belom. Takut telat kuliah dan kehilangan kesempatan belajar.

 

Oke, boong.

Takut telat kuliah dan kehilangan kesempatan jualan gorengan cisitu dan donat buat danus >:)

 

Jadi setelah nguping-nguping dan denger imam solat jumat bilang ‘assalamualaikum’, saya pun dengan napsu cepet-cepet ke salman aja dengan sendal jepit kuning saya yang baru :D

 

Waktu saya ke salman, saya melawan arus para pria yang sedang berjalan ke luar area salman *serius, gak lebay*. Jadi saya yang sepanjang pengetahuan saya selama idup ini adalah wanita, menembus kerumunan pria, berjalan berlawanan arah.  Bener deh, malu. Tapi kalo balik lagi nambah malu, bisa telat kuliah, lagi. Beuh, simalakama.

 

Ya udah, dengan muka setebel tapak kaki kudanil, saya terus berjalan, dengan langkah pasti, tatapan yakin, dan senyum dian sastro.

 

Dan tibalah saya di deket tempat wudhu dan kamar mandi. Masuklah saya ke tempat wudhu WANITA. Dan tebakan Anda tepat, Sodara: waktu saya nongol dengan polosnya, dari segala penjuru tempat wudhu dan kamar mandi terlihat para PRIA. Dan semua *yah, engga semua juga sih* noleh ngeliatin saya. Amigos! Jadilah saya keluar lagi, pasang muka lugu. Mondar-mandir dengan satu-satunya wanita yang berada di dekat saya adalah ibu-ibu pengurus masjid.

 

Saya liatin deh tuh ibu-ibu. Berharap dia memahami perasaan saya sebagai wanita dan menolong saya agar dapat solat segera. Namun sayang, entah beliau tidak melihat saya ataukah beliau tidak menyadari bahwa saya wanita sehingga beliau diam-diam saja.

 

Di tengah keputusasaan saya, tanpa disangka muncullah sinar pengharapan dari arah kantin. Yak! Ibu-ibu kantin pada mau solat.

 

Dan ibu-ibu kantin pun melangkah riang menuju tempat wudhu wanita. Nah, berhubung ibu-ibu itu bergerombol, para bapak yang ada di dalam area tersebut pun tidak enak hati sehingga segera menyingkir dan *sepertinya* pergi ke area pria. Yyyyeeeaaaahh!

 

Saya pun dapat wudhu dengan sejahtera :) :):)

 

Lalu saya mau solat. Para ibu kantin belum selesai wudhu tampaknya.

Berjalanlah saya ke area solat WANITA. Dan ternyata para PRIA masih duduk-duduk di sana. Ada yang tiduran, ada yang ngobrol. Bah! Tidak ada wanita di sana kecuali saya.

 

Kembalilah saya menatap sendu ke arah ibu-ibu pengurus masjid. Alhamdulillah, kali ini saya terlihat sebagai wanita. Maka beliau mengusir *hmm, mengarahkan* para pria di wilayah solat wanita untuk pindah ke bagian depan, bagian yang memang area pria. Sang MC yang lagi ngomong di depan untuk acara kepolisian-keliling-ke-mesjid-mesjid pun seketika ngasih pengumuman untuk para pria yang berada di area wanita untuk pindah ke area depan. Beberapa orang menoleh ke arah area wanita dan saya jadi malu sendiri karena jelas-jelas adalah wanita lugu di tengah kerumunan pria. Beuh.

 

Biar lah, udah kepalang malu, terus aja saya di sana. Solat.

 

Huah, malunya :”>

 

Ya sudahlah, sekian saja.

Baidewei tadi di hme ada audisi Karaoke Idol. Mantap, gan! Pasangan maho menjamur, BWAHAHAHHAHAA. Liat fuad-zaenal berasa liat delon-joy nyanyi, romantis deh.  Sayangnya ya itu tadi: MAHO. Menyesal ga liat ganang-diki, euy. Hiks.

 

Yowes, dadah.

So long, farewell, und auf wiedersehen :-*


silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Saturday, January 31

iseng iseng komik kepribadian



atas bisikan dari amel tadi saya liat komik kepribadian berdasarkan golongan darah di sini. lucu banget komiknya, hahaa. sedikit banyak jadi berasa kesepet nih -_-"


di bawah ini salah satu contoh komiknya *maap gambarnya jelek*


di komik yang diatas, digambarkan reaksi yang bermacam-macam dari pemilik golongan darah A, B, AB, maupun O, saat diberi larangan, yang digambarkan sebagai larangan melewati garis. reaksi dari pemilik golongan darah A adalah ia tidak akan pernah melewati garis karena ia sangat taat aturan. pemilik golongan darah B langsung melewati garis sesaat setelah dilarang. lain lagi dengan golongan darah O. ia akan melanggar pantangan setelah memastikan bahwa tidak ada yang mengawasi. sedangkan pemilik golongan darah digambarkan sebagai orang yang memperhatikan dari jauh, dan melaporkan pelanggaran-pelanggaran tersebut.

yang saya tangkep dari komik-komik ini sih kalo golongan darah A orangnya rajin, B semacam orang berkepribadian sanguin, O gak sabaran, dan AB autis! hahahaa.


habis liat-liat komik tadi, saya jadi pengen iseng tes kepribadian gitu. hahaha (udah sering iseng begitu padahal, soalnya seru, hehe :p), dan akhinya saya ngerjain tes di sini, yang isinya semacam tes emosi gitu. hasil tes saya, sebagaimana yang dibilang sama web itu:

Anda mengetahui bagaimana cara melepaskan emosi tapi kadang masih merasa kesulitan untuk melakukannya sesering yg anda mau. Anda seharusnya siap untuk melepas emosi lebih sering. Saat anda sedih, buatlah kesedihan itu menjadi suatu
tangisan, saat anda marah lepaslah amarah secara sehat/terkendali, saat sedang
gembira, lepaslah tawa. Dengan membiarkan emosi anda keluar seperti ini akan
membuat keajaiban pada kesehatan fisik dan mental anda.



hmm, jadi berasa sakit mental apaaa gitu.




terus (masih iseng), saya buka tes lain. tapi yang ini beneran aneh, ga jelas. macem mainan jaman sd cara tesnya. pokoknya di sini kita disuruh milih binatang yang paling kita suka, dari kuda, sapi, dan lain-lain. terus kita juga disuruh deskripsiin beberapa jenis binatang dalam satu kata. hasilnya adalah penjelasan tentang sifat kita, partner kita, prioritas dalam hidup, sampai orang-orang terpenting buat kita. aneh lah.

ya udah, sekian deh.
oh iya, komik yang golongan darah bener-bener recommended buat dibaca. lucu banget sumpah ;)


silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)

Thursday, January 22

ke dokter kulit

Jadi di sinilah saya mengurung diri karena target ip 4 tidak tercapai.

Haha, boong laah.

Alhamdulillah saya panjatkan pada Allah SWT karena RE saya akhirnya dapet C yang artinya saya gak perlu ngulang. Waktu saya dengan riangnya mengabari ibu saya bahwa nilai RE saya C dan saya gak perlu ngulang, ternyata ibu saya ngomel. Aduh, saya disuruh cuci nilai. Omaigoat. Padahal belom tentu juga saya bakal dapet yang lebih bagus. C aja udah ngabisin jatah hoki satu semester ;)

Ah ya, tadi siang akhirnya saya dan ibu saya memenuhi janji ke dokter kulit, setelah tertunda sekian lama. Biasa, permak muka. Hahahaa. Periksain alergi di muka saya yang oleh kawan kawan saya yang baik hati disangka sebagai panu—ckckck—dan minta obat buat rambut rontok.

Kata dokternya, selama masa pengobatan, saya ga boleh kena sinar matahari. Hmm, gimana ya, kalo ngampus saya naek angkot. Mana kuliah siang pula. Terus kan kalo muter muter kampus emang pasti kena matahari, kecuali itb mau berbaik hati masang payung raksasa yang nutupin semua bagiannya—yang artinya juga bakal numbuh lumut dimana-mana. Hahaa.

Bagaimana solusinya? Apa sebaiknya saya pasang cadar kemana-mana? Tapi gini masalahnya, kalo buat orang lain—seperti buat rianti cartwright—pake cadar bikin dia makin anggun dan cantik, kalo saya coba coba pake cadar, dengan muka gahar saya, bisa aja saya disangka maling jemuran yang nutupin muka buat menyamar. Hikshiks. Ada yang punya solusi?

Waktu selesai konsultasi, saya ambil obat di luar tempat konsultasi, di bagian yang tertulis di mejanya sebagai bagian farmasi. Saya harus ngapalin obat ini dipake buat kapan, obat itu buat kapan, dengan bantuan tulisan panduan pemakaian, kali kali saya lupa dan malah meminum obat oles yang dikasih. Setelah panduan segala obat oles, si embak-embak ngasih obat semprot buat mengatasi kerontokan rambut saya.

Embak-embak : jadi ini dipake di bagian kulit kepala ya.

Saya : ooh (angguk-angguk)

Embak-embak : Cuma di bagian yang diinginkan ya.

Saya : ooh (angguk-angguk)

Embak-embak : hati-hati jangan sampe kena dahi.

Saya : ooh (angguk-angguk)

Embak-embak : soalnya obat ini ampuh banget
Embak-embak : bisa-bisa di dahi entar tumbuh rambut!

Saya : ooh (angguk-angguk. Mencerna ucapan embak-embak. Lalu panik.)
Saya : HAAH?!
Saya : bisa begitu ya? (panik)
Saya : bisa numbuh di jidat??! (histeris)

Embak-embak : iya, makanya kalo kena harus segera dilap
sampe bersih.

Saya : (mangap)




Omaigoat!
Saya ga bisa ngebayangin di jidat saya tumbuh rambut rambut.
Arggghhh!!
Tidaaaaaaaakkk!
Sumpah. Saya. Mau. Hati. Hati.
Hiks.

silakan tulis komen di bawah dan sampai jumpa di posting selanjutnya :)